Marak buah-buahan berformalin di rest area

Jurnalsewu.WordPress.com

Pringsewu – Merebaknya isu tentang banyaknya buah-buahan segar yang dijajakan disekitar rest area Pringsewu diduga terkontaminasi oleh zat pengawet mayat (formalin) yang berbahaya bagi kesehatan manusia membuat masyarakat menjadi resah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Pringsewu Edi Sumber Pamungkas ketika memimpin Sidak yang dilakukan oleh aparat kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Kesehatan, dan Dinas Koperindag Pringsewu, Minggu (14/10) mengatakan hasil pengujian laboratorium unit pelaksana teknis pusat kesehatan masyarakat wates Gadingrejo per tanggal 14/10 terhadap sampel buah anggur yang dijajakan 3 pedagang buah-buahan yang berbeda di sekitar rest area Pringsewu positif mengandung Formalin dengan kadar yg berbeda kisaran 0,2 sampai 2 MG/L.
“Hasil pengujian labotarium dari 3 sample buah anggur, semuanya positif mengandung Formalin. Selanjutnya semua pedagang buah-buahan diberi peringatan dan tidak diperbolehkan berdagang buah untuk sementara waktu. Dan akan dilakukan pengecekan ulang oleh Dinas kesehatan dan Balai Pom kabupaten Pringsewu,” ujar Edi Sumber Pamungkas.

Dari hasil Sidak dan pengujian laboratorium tersebut, Dinas Kesehatan kabupaten Pringsewu menghimbau kepada para pedagang untuk menghentikan penjualan karena mengandung formalin dan akan mengirim sampel tersebut ke balai POM.(NH)

Iklan

Kapolri Instruksikan Humas Kerjasama dengan Media Online

Jurnalsewu.WordPress.com

Jakarta – Kapolri Instruksikan Humas Kepolisian Jalin Kerjasama Dengan Media Online
Sejak beberapa bulan lalu, Kapolri Instruksikan Humas Kepolisian Jalin Kerjasama Dengan Media Online pasalnya Keunggulan media-Media online lah yang dapat memberitakan informasi lebih cepat dari media lain mendapatkan perhatian khusus dari Kapolri
Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Seluruh jajaran Humas Kepolisian diminta untuk selalu menjalin kerjasama dengan media online untuk mempercepat akses informasi kegiatan di kepolisian.
Instruksi dari Kapolri ini disampaikan melalui Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto yang hadir dalam pertemuan silaturahmi Polri dengan Media Online di Gedung Divisi Humas Mabes Polri Jakarta. Setyo menjelaskan, keberadaan media online di Indonesia sejak era reformasi yang jumlahnya sekitar tiga ribuan itu sangat dibutuhkan sebagai pilar ke empat negara.
“Media harus berperan aktif untuk melakukan pencegahan konflik di negeri tercinta ini. Maka dari itu, humas kepolisian selalu melakukan kerjasama dengan media online untuk mempercepat akses informasi kegiatan di Kepolisian serta memperkuat solidaritas kemitraan sebagai bentuk profesionalisme dan revolusi mental Polri.”

Dengan kecepatan pemberitaan media online, kepolisian dapat dengan cepat mengetahui perkembangan kegiatan kepolisian di daerah lain. Setiap anggota kepolisian akan lebih bersikap profesional, karena apapun yang dilakukan mereka akan dilihat oleh anggota kepolisian di seluruh Indonesia.
Setyo menambahkan, kerjasama dengan media online tersebut dalam rangka membangun kepercayaan publik dan mencegah konflik melalui pemberitaan, mulai dari Polsek sampai jajaran tertinggi kepolisian. Akan tetapi kerjasama ini harus sejalan dan sesuai dengan aturan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999, dan kode etik jurnalistik.
“Kami berharap kerjasama dan kemitraan antara Polri dengan media online ini terus ditingkatkan. Karena media online saat ini sangat berperan penting. sebab informasinya lebih cepat dan mudah diakses publik,” Pungkas Kadiv Humas Polri.
Dengan kecepatan dan kemudahan akses ke publik ini, diharapkan media online mengkonfirmasi terlebih dahulu informasi yang akan diberitakan, Selanjutnya Diharapkan pula kepada media online agar selalu bersifat netral dalam setiap pemberitaannya.(red)

PEMKAB PRINGSEWU GELAR UPACARA PERINGATAN HARI KESAKTIAN PANCASILA

Jurnalsewu.WordPress.com

PRINGSEWU – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober di Kabupaten Pringsewu terasa unik dan agak berbeda karena para pejabat daerah setempat, baik pemkab maupun anggota DPRD yang hadir semuanya mengenakan pakaian adat dari seluruh Indonesia, utamanya suku-suku yang ada di Pringsewu, seperti Lampung, Jawa, Bali, Banten, Sunda, Madura, Minangkabau, Palembang, Batak, Melayu, Betawi, dan lainnya,Senen (1/10)

Upacara di lapangan Pemkab Pringsewu tersebut diikuti pegawai Aparatur Sipil Negara, anggota Polri, prajurit TNI, ormas serta para pelajar dan mahasiswa.
Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Pringsewu H.Sujadi, komandan upacara Kapten Inf. Redi Kurniawan, serta perwira upacara Kapten Inf. Puryanto, kesemuanya dari lingkungan Kodim 0424.

Sedangkan pembacaan UUD 1945 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.A.Budiman PM., M.M., dan ikrar kesetiaan kepada Pancasila oleh Wakil Ketua DPRD Pringsewu Sg.Nainggolan.

Upacara yang juga dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A, tampak berwibawa dengan mengenakan pakaian dan tutup kepala khas Lampung dengan pin kebesaran Sekala Bekhak di dadanya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis petikan SK kenaikan pangkat bagi sejumlah Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, serta hadiah dan penghargaan bagi siswa berkebutuhan khusus berprestasi.

Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam amanatnya berharap melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dapat menjadi momentum bagi kita semua sebagai anak bangsa untuk tidak sekali-kali melupakan sejarah, sekaligus sebagai pengingat perjalanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

Peristiwa G 30 S/PKI yang terjadi 53 tahun lalu, hendaknya menyadarkan kita akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesama warga bangsa, serta menyatukan tekad dan semangat untuk bersama-sama menjaga Pancasila dan UUD 1945 demi tegaknya NKRI.

(red/ms)

Kesbangpol sosialisasi pembentukan FKDM tingkat Kecamatan

Jurnalsewu.WordPress.com

Pringsewu – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mengadakan sosialisasi tentang peran Forum Kewaspadaan Masyarakat Dini kabupaten Pringsewu dalam pembangunan dan memelihara kondisi kepekaan dan kesiagaan kabupaten Pringsewu di Aula Wisma Putra Perdana Pringsewu Selatan, Minggu (30/9).

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Sukarman, Camat Pringsewu Nang Abidin Hasan, Ketua Forum Kewaspadaan Masyarakat Dini kabupaten Pringsewu Abu Salim,tokoh masyarakat,tokoh agama sekecamatan Pringsewu.

Camat Pringsewu Nang Abidin Hasan mengharapkan dengan adanya sosialisasi forum kewaspadaan masyarakat dini masyarakat dapat memahami potensi kerawanan di masyakat.
“Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pendeteksian potensi kerawanan sosial di masyarakat,” ungkap Nang Abidin Hasan

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Pringsewu Sukarman mengatakan baru 2 kecamatan yang sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi di kabupaten Pringsewu.
“Lebih baik mencegah dari pada mengobati, Forum Komunikasi Kewaspadaan Masyarakat Dini adalah salah satu elemen penting dalam pemeliharaan kondisi di kabupaten Pringsewu,” ujarnya.

“Pringsewu adalah tempat transit dan persinggahan yang nyaman namun potensi kerawanannya juga sangat tinggi,” tambah Sukarman.

Dasar pembentukkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di Daerah. Pembentukan FKDM mulai tingkat propinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai tingkat desa. Pembentukan FKDM adalah untuk membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui upaya deteksi dini terhadap potensi dan kecenderungan ancaman serta gejala atau peristiwa bencana.(NH)

IST PENDAMPING TAMP PSI LAMPUNG APREASISASI KENERJA PENDAMPING MESUJI

Mesuji-Program P3MD Provinsi Lampung melakukan evaluasi sekaligus IST (in servis Training) pada para pendamping desa dan Pendamping Lokal Desa Sekabupaten Mesuji (26/9/2018) dalam penyampaian nya ,Hatta kadir TAMP PSI (pengelolaan sistem informasi dan pengelolaan data)KPW II provinsi Lampung, Mesuji sudah cukup baik dalam pelaporan dan penyampain data kepada satker provinsi ,ia juga menekankan kepada seluruh pendamping Desa kabupaten Mesuji ,turut serta aktif dalam pengawasan dalam perencanaan dan pelaksanaan. Di tempat yang sama Ferdinal selaku Ta PP Kabupaten mesuji menyambut baik saran dan pesan yang di sampaikan oleh TAMP provinsi ia menambah kan akan semaksimal mungkin untuk kegiatan di Kabupaten Mesuji untuk yang lebih baik lagi (…)

Kepala pekon Podosari marah-marah ditanya masalah Pembangunan drainase

Jurnalsewu.WordPress.com

Pringsewu – Tidak transparan dan tidak terbukanya pengelolaan dana desa di pekon Podosari menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat,hal ini dikeluhkan kepala dusun 3 Podosari pekon Podosari kecamatan Pringsewu Samsuri kepada Traznews.com, Rabu (19/9).

Kegiatan bidang pembangungan yang dilaksanakan di dusun 3 Podosari tidak melibatkan masyarakat lingkungan setempat bahkan pamong diwilayah tersebut.
“Seharusnya pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem swakelola sehingga masyarakat di lingkungan merasakan langsung dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.

Kepala dusun 3 Podosari langsung menyampaikan keluhan tersebut kepada kepala pekon Podosari Rasmin namun ditanggapi dengan emosi dan marah-marah.
“Gak usah nanya-nanya masalah SK TPK dan lain-lain,itukan usulan dari dusun 3 juga,” seperti yang dituturkan kepala dusun kepada media.

“Besok saya akan datangi kepala pekon dikantornya, kalau tidak boleh bertanya terus harus bagaimana caranya,umumkan saja ke masyarakat supaya tidak ada pertanyaan,” tambahnya.

Kepala pekon Podosari Rasmin ketika di konfirmasi mengatakan bahwa benar setelah mendapat laporan tentang keluhan kepala dusun 3 podosari tersebut dirinya langsung menelpon kepala dusun yang bersangkutan.
“Pak Samsuri kamu jangan kamu jangan seperti itu,ini usulan kamu sudah realisasi,lha kamu ngapain nanya masalah SK pekerja,” ujarnya.

Ketua Badan Hippun Pemekonan pekon Podosari Drs.Windaro ketika dimintai tanggapan terkait masalah tersebut tidak bersedia berkomentar.(NH)

Dinas PMP kabupaten gelar pembinaan managemen Bumdes

Jurnalsewu.WordPress.com

Pringsewu – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon kabupaten menggelar pembinaan managemen bagi pengelola badan usaha milik desa kecamatan Pringsewu di pendopo pekon Podomoro, Senen (24/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris dinas PMP Ivan Kurniawan,Kabid Pemberdayaan Kasmini,Tenaga Ahli P3MD Dini Destiny, Camat Pringsewu Nang Abidin, Kepala pekon Podomoro Sutarwan, perangkat pekon dan pengelolaan Bumdes sekecamatan Pringsewu.

Sekretaris dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon kabupaten Pringsewu Ivan Kurniawan mengharapkan setelah 4 tahun berjalan pekon menerima dana desa dapat mempunyai Badan Usaha Desa yang kuat dan aktif.

Camat Pringsewu Nang Abidin dalam sambutannya mengharapkan para pengelola Bumdes dapat menguasai managemen dalam mengelola Bumdes sehingga kedepan Bumdes dapat ikut serta dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan menambah pendapatan asli pekon.(NH)

PRINGSEWU GELAR PELATIHAN TPID

Jurnalsewu.WordPress.com

Bupati kabupaten Pringsewu H.Sujadi diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra. Zuhairi A membuka acara pelatihan Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) kabupaten Pringsewu di aula Pertemuan Hotel Regency Jalan Wates Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo ,Selasa (18/9).

Tampak hadir Kadis PMP Malian Ayub, KPW Lampung Edi Sudrajat,Tenaga Ahli kabupaten Pringsewu dan sebanyak 45 peserta dari 9 kecamatan mengikuti pelatihan Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) Kabupaten Pringsewu , yang dilaksanakan selama 4 hari mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP) Kabupaten Pringsewu Malian Ayub mengatakan bahwa kegiatan tersebut berdasarkan petunjuk teknis operasional Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) program inovasi desa Direktorat Jenderal Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tahun 2018.

“Tujuan pelatihan TPID Kabupaten Pringsewu pada 2018 ini sasaran utamanya adalah terlaksananya Bursa Inovasi Pekon (BIP) Kabupaten Pringsewu. Dengan tujuan mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangun kapasitas pekon yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan kemandirian pekon,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatkan efektivitas penggunaan dana di pekon melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan partisipatif. Meningkatkan kapasitas pemerintah pekon dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan pekon secara lebih inovatif dan berkualitas.

“Sekaligus memfasilitasi peningkatan kapasitas pekon pekon melalui penyedia peningkatan kapasitas teknis prkon berdasarkan kebutuhan pekon dalam mewujudkan replikasi kegiatan inovasi pekon.

Serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kader pemberdayaan masyarakat pekon,” terangnya.(rls/red)

WABUP PRINGSEWU LANTIK 4 Pj KAPEKON

PRINGSEWU – Empat Penjabat Kepala Pekon di tiga kecamatan dilantik oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi di Balai Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Selasa (18/9). Keempat Pj Kapekon tersebut adalah Tb Candra (Pj Kapekon Pardasuka Selatan, Kecamatan Pardasuka), lndra M.A.S (Pj Kapekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa), Leksono (Pj Kapekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa), serta Dedi S.Kusumah (Pj Kapekon Tanjungdalom, Kecamatan Pagelaran).

Masing-masing Pj Kapekon tersebut menggantikan para Kapekon sebelumnya yang sudah habis masa jabatannya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua TP PKK Pringsewu Ny.Rita Fauzi, para pejabat pemerintah kabupaten dan muspida Pringsewu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan tugas dan kewenangan Penjabat Kepala Pekon itu sama dengan Kepala Pekon Definitif, sebagaimana tertuang dalam Pasal 58 Ayat (2) PP No.43 Tahun 2014, bahwa Penjabat Kepala Desa melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban serta memperoleh hak yang sama dengan Kepala Desa.

Yang lebih penting, kata Fauzi, salah satu tugas utama Penjabat Kepala Pekon, adalah mempersiapkan, memfasilitasi, selaligus melaksanakan Pemilihan Kepala Pekon Definitif, disamping harus mampu menjadi pelayan yang baik bagi seluruh warga, dan betul-betul bisa menjadi seorang pamong, yang mengayomi dan melayani seluruh warga secara adil. (rls/red)